Kamis, 29 Maret 2012

Olahan Rajungan Menyasar Pasar Domestik

Rajungan yang bernama latin Portunus pelagicus, merupakan jenis kepiting yang memiliki habitat alami hanya di laut. Melihat komoditas ini sangat digemari oleh penduduk sekitar pantai ataupun oleh orang asing yang gemar menyantap berbagai komoditas laut tersebut.




Jenis ini biasanya ditemukan dalam pasang surut dari Samudera Hindia dan Samudra Pasifik dan Timur Tengah sampai pantai di Laut Mediterania Rajungan yang sangat popular dimanfaatkan sebagai sumber pangan dengan harga yang cukup mahal. Rajungan merupakan kepiting . Rajungan juga memiliki beberapa keunggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Seperti Bapak Fahmi - Rembang narasumber kami , sudah mampu mengolah rajungan untuk menjadi komoditas makanan olahan.

Rajungan lebih suka tinggal terkubur di bawah pasir atau lumpur , khususnya selama siang hari dan musim dingin, yang dapat menjelaskan toleransi yang tinggi mereka untuk NH 4 + dan NH 3 . Binatang ini keluar untuk mencari makan selama pasang tinggi untuk mencari makanannya yaitu organisme seperti bivalvia, ikan dan alga. Rajungan merupakan perenang yang sangat baik, sebagian besar karena sepasang kaki pipih yang menyerupai dayung. Namun, berbeda dengan kepiting lain Scylla serrata , Rajungan tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama jika keluar dari air.

Perbedaan antara kepiting dan rajungan adalah hanya terletak pada kaki yang paling belakang; pada rajungan kaki yang terakhir itu merupakan sejenis anggota tubuh yang pipih tetapi lonjong (tidak runcing seperti kaki lainnya) yang umumnya digunakan untuk berenang, Rajungan juga lebih umum ditemukan di laut,Kalau kepiting bisa diternak, kalau rajungan itu hidup liar di laut. Cangkangnya bentol-bentol seperti macan tutul. Dagingnya juga jauh lebih manis dan lebih empuk serta gurih dari kepiting.

Di sekitar pasisir utara pulau Jawa banyak sekali pencari rajungan mulai dari anak-anak, orang dewasa, ibu-ibu atau mungkin pria yang memang tidak bisa melaut karena ombak yang besar atau faktor kendala alam lainnya. Dipesisir pantai utara Jawa akhirnya pun muncul pengepul - pengepul rajungan.


Beberapa bagian daging tersebut akan dipilh sesuai dengan great atau kriterianya, yaitu
1. Great Super / jumbo.
2. Great regular
3. Great Merah / Clawmeat

Dari great inilah akan ditentukan harga pasaran untuk eksport ke luar negeri. Tapi dalam tulisan ini kami ingi membagi ilmu mengenai pangsa pasar yang ada di dalam negeri (domestik). Pasar domestik juga membutuhkan rajungan yang cukup besar, sedangkan rajungan yang di pasarkan di pangsa pasar domestik adalah rajungan hidup . Inilah celah pasar tersebut untuk bisa kita proyek kan menjadi komoditas olahan "setengah jadi" atau mungkin "komoditas jadi/matang".

Pada pengolahan komoditas setngah jadi kita mungkin hanya perlu merebus , membuka/ mengupas, mengkategorikan,memasarkan. sedangkan pada komoditas jadi atau "matang" kita perlu sedikit memberi sentuhan olahan khas Indonesia seperti balado rajungan, Rendang rajungan, bumbu gudeg rajungan dll.

"Untuk sementara ini kami mampu mengolah hanya 3 jenis olahan rajungan, yaitu rendang rajungan, abon rajungan dan yang paling laris "rajungan Sambal Pedas" papar nya kepada PBT-8/11/2011

Memang beberapa kendala juga menjadi tantangan bagi para pengusaha olahan rajungan ini, diantaranya yaitu masalah permodalan. Kalau saja pemerintah ada niat baik untuk memberikan kucuran dana segar kami ras ini lah usaha yang cocok untuk diberi modal. Dengan alasan usaha berkembang, potensi pasar jelas, komoditas tahunan, tidak mengenal musim.

Nara sumber Fahmi Rembang-Jateng +087717111120
Add to Cart

1 komentar:

Posting Komentar